Sabtu, 22 Januari 2011
Krisis Air Dunia, Apa yang Dapat Kita Lakukan?
Kompetisi WEB Kompas MuDa & AQUA - Dunia mengalami krisis air? Rasanya aneh mendengar berita itu. Kok bisa ya, padahal 70% dari permukaan bumi adalah air lho, apalagi ditambah dengan jutaan liter air hujan yang turun ke bumi. Laut dan samudra sangat luas, sungai-sungai juga banyak ... lalu kenapa ya?
Faktanya adalah 70% dari permukaan bumi memang air, namun 97% air yang ada didunia berada di laut sehingga tidak dapat dikonsumsi karena kadar garamnya yang terlalu tinggi. Sedangkan 3% sisanya adalah air tawar dan hanya 1% saja yang tersedia untuk digunakan. Parahnya lagi nih, hingga saat ini hanya sekitar 0.003% air yang benar-benar dimanfaatkan oleh manusia.
Kondisi ini diperparah dengan banyaknya sumber air yang yang tercemar oleh sampah dan limbah industri. Selain itu, maraknya penebangan pohon dan alih fungsi hutan juga makin menambah pelik masalah ini. Masyarakat juga sepertinya belum menyadari bencana masa depan ini dengan menggunakan air dengan boros dan tidak efisien. Melihat fakta-fakta ini, tak heran jika kita mengalami krisis air bersih :(
UNESCO memprediksi bahwa pada tahun 2020 dunia akan mengalami krisis air. Hal ini tentu saja harus diwaspadai, mengingat jumlah penduduk dunia yang terus meningkat. Saat ini jumlah penduduk dunia diperkirakan berjumlah sekitar 5.3 miliar, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 8.5 miliar pada tahun 2025. Peningkatan jumlah penduduk pastinya akan diikuti oleh peningkatan kebutuhan-kebutuhan lain, khususnya kebutuhan air bersih. Dengan kondisi seperti ini, sanggupkah kita memenuhi kebutuhan air dimasa depan?
Pemerintah dan masyarakat harus mulai memikirkan solusi masalah ini dengan serius. Krisis air bukan lagi hanya sekedar wacana, melainkan masalah serius yang harus segera dicari solusinya. Bencana global inipun sudah mulai terlihat sekarang. Pada awal tahun 2008 misalnya, Banyuwangi telah kehilangan 32 sumber air bersih. Selain itu, saat ini telah banyak daerah rawan krisis air bersih di Pulau Jawa, seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sumatra Utara juga diprediksi akan mengalami krisis air bersih parah pada tahun 2015.
Fakta yang lebih menakutkan adalah, saat ini diperkirakan 1 dari 4 orang di dunia kekurangan air minum dan 1 dari 3 orang di dunia tidak mendapatkan sarana sanitasi yang layak. Akibatnya, banyak masyarakat yang menggunakan air dari sungai-sungai kotor dan sisa-sisa air irigasi pesawahan untuk keperluan konsumsi. Kasihan sekali ya ... Bahkan saat ini diperkirakan hampir setengah jumlah penduduk dunia menderita berbagai penyakit yang diakibatkan kurangnya konsumsi air bersih dan pencemaran air.
Banyak hal telah dilakukan pemerintah untuk menanggulangi permasalah air ini, seperti program pengolahan air bersih, pengalihan pengelolaan air bersih ke pihak swasta, dan lain-lain. Meski belum maksimal, sedikit demi sedikit pemerintah telah menjalankan kewajibannya dalam menanggulangi masalah-masalah lingkungan.
Sebagai masyarakat, tentunya kita harus turut serta membantu menyelesaikan masalah global ini. Banyak hal lho yang dapat kita lakukan, kita dapat mulai melakukannya lewat hal-hal kecil yang jika kita lakukan secara massive akan memberikan manfaat yang besar. Dikutip dari Akuinginhijau.Org. hal-hal yang dapat kita lakukan untuk ikut membantu menyelesaikan masalah air ini adalah:
- Gunakan gelas dan matikan air kran saat menggosok gigi
- Jangan mandi terlalu lama dan matikan shower selagi memakai sabun dan shampo.
- Cek pipa-pipa air, bila ada yang bocor, segera perbaiki.
- Jangan buang air yang kemungkinan dapat digunakan kembali untuk menyiram tanaman atau jalanan, seperti air hujan yang tertampung di ember atau air dari AC.
- Untuk buang air kecil gunakan single flush dan dual flush untuk buang air besar.
- Minimalkan penggunaan air panas, karena air panas banyak menggunakan energi untuk mengubah air dingin menjadi panas.
- Matikan dulu air sewaktu menggosok piring dan perabot dapur.
Sangat simple dan mudah bukan? Ayo sama-sama lakukan gerakan hemat air! save water, save earth :)
Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi WEB Kompas MuDa & AQUA dengan tema: IT's about Us: Air Untuk Masa Depan. Kompetisi WEB Kompas MuDa & AQUA ini diselenggarakan oleh Kompas MuDa bekerja sama dengan AQUA.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar